Sejak huru-hara yang terjadi pada Sabtu lalu di London, RIM melalui layanannya BlackBerry Messenger (BBM) memang disalahkan karena dianggap memuluskan aksi rusuh para penjarah dan demonstran. BBM menjadi sarana komunikasi yang paling sering dipakai untuk pengorganisasian aksi tersebut.
Hal ini tentu saja berakibat pada reputasi BlackBerry yang langsung merosot. BlackBerry 'terluka', demikian ungkapan yang dikeluarkan oleh Jonathan Akwue, direktur dari perusahaan marketing Engine Group.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di ranah maya termasuk di Twitter dan Facebook, penyebutan (mention) layanan BBM yang dikaitkan dengan kerusuhan London jumlahnya naik drastis sebesar 300 kali lipat. Perbandingannya? menurut peneliti dari Brandwatch, sepertiga menilainya negatif dan hanya 3% yang menilainya positif.
Piranti BlackBerry dengan layanan BBM-nya menjadi piranti favorit kalangan remaja di Inggris, di mana sepertiganya telah memiliki ponsel pintar tersebut. Meskipun pihak RIM telah menyatakan siap melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian dalam hal penyediaan informasi, namun hal ini belum bisa memulihkan sepenuhnya reputasi BlackBerry yang 'ternoda'.
"RIM menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan reputasi karena berhubungan erat dengan basis pengguna mereka sendiri," ujar Akwue.
(sdj/ash)