Posisi sebagai manajer keuangan membuatnya leluasa menjebol uang perusahaan untuk membiayai hobi mesumnya. Ia dengan santai mengeluarkan uang sampai 100 poundsterling untuk membayar pertunjukan seks via internet.
Tak cukup hanya itu, Hornby juga rutin mengunjungi rumah pelacuran, konon sampai tiga kali seminggu. Total uang perusahaan yang ia korupsi mencapai 85 ribu poundsterling atau sekitar Rp 1,1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua itu dimotivasi sepenuhnya oleh adiksi seks dan dia sudah didiagnosa sebagai pecandu seks," ucap Kay Driver, pengacaranya, seperti detikINET kutip dari Mirror, Rabu (3/8/2011).
Selain dihukum penjara, Hornby juga bangkrut karena asetnya banyak disita. Kecanduannya pada seks dan pornografi internet yang tak terkendali berujung petaka.
(fyk/rou)