Menurut Arnold Sebastian Egg, Director Tokobagus.com, pihaknya sudah 6 tahun belakangan berjuang untuk memasyarakatkan e-commerce, khususnya situs jual beli besutannya, kepada para netter Tanah Air.
"Ketika merilis pertama kali situs ini kami memulainya di Bali, namun itu sulit sekali, sehingga memaksa kami untuk pindah ke Jakarta. Tentu itu butuh perjuangan, dan sekarang minat pengguna untuk belanja online terbilang sudah lumayan," tukasnya, ketika berbincang di sela International Communication Expo and Conference 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang coba lihat, ada barang apa yang sudah tidak terpakai dan ingin Anda jual. Gunakan saja internet untuk beriklan, gratis dan mudah," imbuh, pria yang fasih berbahasa Indonesia ini.
Dari sisi regulasi, pemerintah pun dinilai sudah cukup tanggap untuk membuat payung hukumnya dengan keberadaan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektkronik (UU ITE). Namun tetap saja, perhatian yang diinginkan penggiat bisnis online lebih dalam lagi, khususnya yang mengatur masalah privasi.
Sementara bagi pengguna internet Indonesia diharapkan dapat membuka matanya akan kemajuan teknologi ini dan jangan takut untuk mencicipi transaksi online, tentunya dengan cara yang aman.
"Hal ini memang dibutuhkan edukasi yang terus-menerus dari berbagai pihak. Kita juga ingin membuktikan bahwa lewat internet bisa menghasilkan uang," tukasnya.
Tokobagus sendiri saat ini sudah memiliki 700 ribu anggota. Tak tanggung-tanggung, sampai akhir tahun 2011, situs yang baru berulang tahun ini memiliki target member sampai 2 juta.
"Kita ingin menjadi situs jual beli nomor satu di Indonesia," pungkas Arnold.
(ash/eno)