Untuk mendukung developer lokal mengembangkan karya, Nokia menyelenggarakan acara Developer Day di beberapa daerah. Dalam ajang ini, partisipan mendapat informasi tentang peluang dan potensi pengembangan aplikasi berbasis Qt dari Nokia. Aplikasi bisa didaftarkan di Ovi Store.
"Jadi kita langsung menyasar developer di level grass root. Kami telah menyelenggarakan workshop di delapan kota dan melatih ribuan developer," kata Narendra Wicaksono, Developer Marketing Manager Nokia dalam temu media terbatas di Jakarta, Jumat (3/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lebih menggugah semangat pengembang lokal, Nokia juga mengadakan kompetisi pembuatan game bertajuk Mobile Game Developer War. Setelah mendapat pelatihan khusus, para peserta yang telah diseleksi ditantang membuat game bertema lokal.
Ajang kompetisi ini telah menghasilkan 9 finalis untuk bertanding memperebutkan hadiah utama. Para peserta akan bersaing mempresentasikan karyanya masing-masing di final kompetisi yang berlangsung di FX Plaza, Jakarta, pada Sabtu siang ini.
Dari berbagai game yang berhasil masuk ke babak final, tema lokal yang kental tampak dari judul-judul game tersebut. Misalnya saja game Nakula Sadewa, Malin Kundang atau Arjuna Sang Pemanah.
Bukan tanpa alasan aplikasi game menjadi bidang yang diperlombakan. Sebab menurut Narendra, pengembangan aplikasi game cukup rumit karena diperlukan ketekunan dalam membuat grafis, interface sampai gameplay.
Nah, jika developer sudah mumpuni dalam membuat game, maka akan memudahkan dalam pengembangan aplikasi jenis yang lain. Terlebih lagi ditilik dari sisi pasar, konten game termasuk paling banyak diunduh.
(fyk/fyk)