Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Iran Ingin Bangun Internet Sendiri, Apa Bisa?

Iran Ingin Bangun Internet Sendiri, Apa Bisa?


- detikInet

Jakarta - Iran boleh saja memiliki ambisi untuk membangun jaringan internetnya sendiri dan terpisah dari jaringan global. Namun untuk mewujudkan hal tersebut ada sejumlah tantangan menghadang.

Salah satunya, internet pada zaman ini adalah media bisnis yang sangat penting. Pembatasan akses internet bisa mengakibatkan anjloknya investasi di Iran dari para negara mitranya seperti Rusia dan China.

Dikutip detikINET dari Wall Street Journal, Selasa (31/5/2011), diperlukan pula sumber daya dan keahlian besar untuk membangun layanan seperti mesin pencari Google. Kala terpisah dari jaringan internet dunia, tentu layanan seperti Google tetap dibutuhkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putus sepenuhnya dari jaringan internet dunia pun dinilai sulit dilakukan Iran. Mungkin mereka bakal memberlakukan struktur dual internet yang telah digunakan di beberapa negara.

Struktur dimaksud telah dipakai di Myanmar. Internet yang diakses publik berjalan dalam sistem terpisah yang dikontrol oleh pemerintah dan secara teori hanya bisa mengakses konten asal Myamnar saja.

Negara Kuba juga memiliki dua jaringan, satu yang terkoneksi secara global dan ditujukan untuk turis serta pejabat pemerintah. Sedangkan jaringan yang satu lagi, yang digunakan oleh publik, dikontrol dan diawasi pemerintah.

Internet sendiri sudah akrab di masyarakat Iran. Menurut International Telecommunication Union, 11 dari 100 warga Iran mengakses internet. Beberapa pihak pun menilai dibangunnya jaringan internet nasional tak lepas dari upaya Iran menangkal ancaman dari negara musuhnya.

"Rezim Iran tidak lagi takut dengan ancaman fisik dari negara barat. Mereka masih berpikir negara barat ingin menaklukkan Iran, namun melalui internet," kata Mahmood Enayat, akademisi di University of Pennsylvania.


(fyk/ash)






Hide Ads