Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pembajakan Software Tetap Tinggi, Polisi Bingung

Pembajakan Software Tetap Tinggi, Polisi Bingung


- detikInet

Jakarta - Angka pembajakan software di Indonesia yang cenderung stagnan di kisaran 80% membuat polisi kebingungan. Mereka merasa sudah melakukan upaya yang cukup maksimal untuk coba menekan persentase pembajakan.

"Mengapa angka ini tidak lebih baik, saya juga bingung. Upaya polisi sendiri sudah ada, belum lagi ada timnas HKI dan kerja sama dengan BSA. Mengapa masih tinggi mungkin karena pada ndableg," seloroh AKBP Rusharyanto, penyidik Mabes Polri dalam acara peluncuran Piagam HKI di Jakarta, Senin (30/5/2011).

Rusharyanto mengklaim, polisi sudah cukup gencar melakukan upaya penegakan hukum untuk melawan pembajakan. Bekerja sama dengan BSA (Business Software Alliance), polisi juga melatih para anggotanya untuk berurusan dengan ranah pembajakan software.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusharyanto menduga, pelaku pembajakan yang sangat banyak membuat upaya polisi terkesan tidak ada hasilnya. Ibaratnya polisi lalu lintas, pelanggar di jalan amat tinggi sehingga banyak juga yang lolos. Ini juga yang terjadi dalam hal pembajakan software.

Ia menyatakan, polisi sebenarnya sudah bisa mengendus jika ada perusahaan yang memakai software bajakan. Aparat pun tidak segan untuk melakukan upaya penegakan hukum pada mereka.

"Cuma memang ada beberapa oknum polisi yang kadang melakukan razia tanpa persetujuan. Perusahaan harap waspada, jika perlu lapor pada polisi kalau meragukan mereka," katanya.


(fyk/ash)






Hide Ads