"Saya membuat e-Learning Management Systems, ini semacam web server yang menampung database karya anak-anak yang bisa di-digitalkan, jadi semacam majalah digital," kata Ari kepada detikINET, Kamis (24/3/2011).
Menariknya, setiap siswa memiliki satu akun. Nah, selanjutnya, siswa bisa saling melihat, menilai dan menikmati karya yang dimasukkan ke dalam sistem ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
e-Learning Management Systems ini sebelumnya sudah berhasil mencuri perhatian di ajang Regional Innovative Education Forum (RIEF) tingkat Asia Pasifik. Untuk ajang WWIF November mendatang, Ari yang tercatat mengikuti program Partnership In Learning Microsoft Indonesia ini sedang mengembangkan sistemnya agar lebih menarik.
"Salah satu pengembangannya, diupayakan agar sistem ini bisa digunakan untuk lingkup yang lebih luas, bisa diakses antar sekolah. Saat ini sudah dihubungkan ke dua sekolah, sehingga kita bisa saling berbagi dengan sekolah itu," terang Ari.
Disebutkan Ari, sejauh ini sistem yang dikembangkannya cukup efektif mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolahnya. Para guru bisa lebih mudah melihat bahan pengajaran dan mengembangkannya, sedangkan anak-anak terlihat lebih semangat belajar.
"Anak-anak suka dengan adanya sistem ini. Sangat baik, jadi memancing kreativitas mereka dan kegiatan belajar lebih aktif dan tidak membosankan," tambahnya.Β
(rns/wsh)