Di dunia maya, pengendara becak yang gaul tersebut dikenal dengan sebutan Harry Van Yogya. Kenapa disebut gaul, sebab -- bukan bermaksud memandang sebelah mata -- namun dengan keterbatasannya, Harry mampu mengikuti perkembangan zaman untuk ikut aktif di media sosial.
Keteguhan Harry untuk terus belajar pun membuahkan hasil ketika melalui situs jejaring sosial -- Facebook dan Twitter -- ia mampu menjaring para pelanggan lokal dan luar negeri, meskipun untuk itu Harry harus sering-sering berkunjung ke warnet.Β Β Β Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Linimas(s)a adalah film dokumenter pertama di Indonesia yang mengisahkan tentang pemanfaatan media sosial oleh masyarakat berdaya. Usai pemutaran film sepanjang 45 menit tersebut, akan langsung diteruskan dengan diskusi lesehan yang dimoderatori oleh pakar teknologi infomasi, Onno W. Purbo.
"Sore nanti masyarakat akan dapat memahami dan mendiskusikan seperti apa peran sosial media untuk melakukan suatu perubahan sosial secara mandiri," ujar Onno dalam keterangannya, Jumat (18/3/2011).
Adapun keseluruhan acara tersebut ditujukan untuk penggalangan dana bagi sejumlah korban letusan gunung Merapi yang masih belum pulih kehidupannya seperti semula.
Untuk itu para pengunjung acara tersebut diharapkan kesediaannya untuk memberikan donasi seikhlasnya sebagai tanda masuk. Donasi juga boleh berupa bibit pohon atau buku bacaan.
Bibit pohon rencananya untuk ditanam di lereng gunung merapi yang pernah terkena awan panas, sedangkan buku tersebut akan disumbangkan ke anak-anak dari keluarga yang terkena musibah letusan Merapi.
Dalam acara yang akan dimulai pukul 15.00 s/d 22.00 WIB ini, juga akan digelar lomba ngetweet tentang jalannya acara menggunakan hashtag #3Gmerapi. Selain itu, ada pula kompetisi posting artikel (ngeblog) ulasan tentang film Linimas(s)a dan isi diskusinya. Lomba ngetweet dan ngeblog tersebut berhadiah utama ponsel qwerty. Acara ini juga didukung sepenuhnya oleh HIVOS, Detikcom, XL Axiata, Combine dan APJII.
(ash/fyk)