Demikian diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Business Software Alliance (BSA) Indonesia, Donny A Sheyoputra saat berbincang dengan detikINET usai kampanye 'Berantas Software Bajakan untuk Indonesia yang Lebih Baik' di Hotel Amarossa, Bandung.
Menurutnya, perilaku perusahaan asing ini sudah tidak bisa ditolerir. Pasalnya, rata-rata perusahaan ini di negara asalnya menggunakan software yang asli. Namun saat membuka kantor di Indonesia, mereka malah menggunakan software bajakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Definisi perusahaan asing sendiri, menurut Donny, adalah perusahaan yang memiliki koneksi dengan perusahaan luar negeri. "Baik itu sahamnya dimiliki oleh asing, manajemennya orang asing ataupun memiliki hubungan bisnis dengan luar negeri," katanya.
Catatan BSA, beberapa waktu lalu ada 3 perusahaan yang tertangkap tangan menggunakan software bajakan. Ketiganya adalah perusahaan pembuat kapal di Batam.
"Sudah ada tiga perusahaan pembuat kapal di Batam yang tertangkap tangan menggunakan software bajakan. Pemiliknya pengusaha Singapura. Di negara asalnya mereka menggunakan software asli. Ini yang membuat citra kita tidak baik," kata Donny.
Menyikapi hal ini, bapak beranak dua ini menegaskan bahwa pihaknya akan memprioritaskan melakukan pengawasan kepada perusahaan-perusahaan asing.
"Yang begini kita prioritaskan untuk ditindak. Kita akan merekomendasikan kepada aparat untuk melakukan tindakan hukum. Karena kita tidak berwenang untuk melakukan razia. Kapasitas kita sebagai saksi ahli kalau diminta oleh penyidik," terangnya.
Di Jabar sendiri ada lebih dari 5 perusahaan asing ditenggarai memakai software bajakan untuk kegiatan bisnisnya. Namun saat disinggung jumlah perusahaan asing yang menggunakan software bajakan, Donny mengaku belum ada data pastinya.
"Pastinya berapa saya kurang tahu. Tapi yang jelas banyak sekali," katanya.
Di tahun 2010 ini, Polda Jabar telah berhasil melakukan penindakan kepada perusahaan-perusahaan yang menggunakan software bajakan di wilayah Jabar.
"Yang terbaru pada 21 Desember kemaren, PT EPT, perusahaan tekstil di Cirebon terbukti menggunakan berbagai macam software bajakan dalam kegiatan bisnisnya. Ini berhasil disidik oleh Polda Jabar," Donny menandaskan.
(afz/ash)