Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Jumat (19/11/2010), tujuh dari sepuluh pengajar di Inggris yakin murid-murid mereka saat ini semakin kecanduan dengan Facebook dan Twitter. Mereka juga mengeluhkan peningkatan jumlah siswa yang senang mengunakan bahasa SMS atau chat yang tidak sesuai dengan tata bahasa yang benar.
Keluhan para guru mungkin benar adanya. Karena sebelumnya sudah banyak riset yang menyebutkan jejaring sosial mempengaruhi performa akademik siswa sekolah. Sebuah riset bahkan menemukan fakta bahwa hasil ujian para pengguna Facebook rata-rata lebih rendah 20 persen ketimbang mereka yang tidak menggunakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketimbang bergelut dalam pengalaman di kehidupan nyata, melakukan perjalanan edukasi atau berinteraksi dengan cara tatap muka langsung, anak-anak sekarang lebih senang berjejaring sosial dan kebiasaan itu turut membentuk sifat mereka," kata juru bicara JCA.
Penelitian yang melibatkan 500 orang guru ini juga menemukan, anak-anak dengan nilai terburuk di sekolah kebanyakan menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan bermain Facebook dan Twitter. (rns/ash)