Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Divonis Setahun, Pembobol Email Sarah Palin 'Beruntung'

Divonis Setahun, Pembobol Email Sarah Palin 'Beruntung'


- detikInet

Jakarta - Masih ingat dengan Sarah Palin? Kasus pembobolan email yang sempat dialami mantan kandidat wakil presiden Amerika Serikat ini baru saja usai. Pelakunya yang seorang remaja pun 'beruntung' cuma divonis hukuman setahun bui.

David Kernell -- sang pelaku -- diketahui melakukan aksi pembobolan surat elektronik milik Palin pada 2008 lalu. Yakni ketika wanita cantik ini tengah berusaha untuk memperebutkan gelar kursi nomor dua di Gedung Putih.

Hanya saja, aksi usil ini tak berlangsung lama. Pihak berwajib mampu melacak dan akhirnya menjebloskan Kernell ke tahanan. Kernell boleh saja telah meminta maaf kepada Palin, namun tetap saja putusan hakim telah diketuk dengan hukuman penjara setahun dan satu hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, Hakim Federal Thomas W. Phillips merekomendasikan Kernell untuk dijebloskan ke rumah rehabilitasi ketimbang ke penjara. Pasalnya, pelaku dilaporkan membutuhkan perawatan mental lantaran mengalami depresi sejak umur 11 tahun.

Hukuman setahun bui yang dijatuhkan kepada Kernell sejatinya masih sangat ringan jika dibandingkan dengan ancaman yang sempat dilontarkan jaksa penuntut umum di awal persidangan yang mencapai 20 tahun.

Sebab, jaksa melihat hal ini lebih dari sekadar kenakalan biasa para remaja melainkan sudah dianggap bagian dari aksi sabotase dalam kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden AS beberapa waktu lalu.

Itu baru dilihat dari sisi politis. Sementara dari wilayah privasi, Palin dan putrinya juga sempat mengaku bahwa kehidupan mereka jadi sangat terganggu dengan aksi usil ini.

"Saya dan keluarga sangat bersyukur bahwa pihak pengadilan dapat dengan cermat dan hati-hati menimbang bukti sebelum menjatuhkan putusan," ujar Palin dalam akun Facebook-nya.

"Melanggar hukum dengan menyerang privasi seseorang untuk kepentingan politik telah lama bertentangan dengan hukum di Amerika. Kasus Watergate telah mengajarkan bahwa kita berhak menolak aksi pembobolan komunikasi pribadi dari para kandidat dalam upaya merusak jalannya pemilu," Palin menandaskan.
(ash/rns)





Hide Ads