Elop disebut-sebut sebagai sosok sentral dalam digolkannya kebijakan tidak populis itu. Bahkan, dikutip detikINET dari Tg Daily, Jumat (22/10/2010), pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak ini dikabarkan menjadi prioritas utama Elop dalam menakhodai Nokia.
Padahal prestasi Nokia sejatinya tidak terlalu jelek di medan persaingan. Memang, mereka masih kurang bersinar di ranah smsartphone, namun di lahan ponsel menengah ke bawah, Nokia masih jagonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, pencapaian itu sepertinya masih belum memuaskan para petinggi Nokia. Jadi dengan alasan untuk lebih menggenjot gross margin dan merampingkan bagian operasional, ribuan karyawan pun harus dikorbankan.
Tidak disebutkan dengan jelas memang di divisi apa saja dan melanda negara mana korban PHK ini akan berjatuhan.
"Dalam lima minggu sejak bergabung dengan Nokia, saya telah menemukan sebuah perusahaan dengan kekuatan yang besar dan sejarah prestasi yang tidak ada duanya dalam industri. Namun perusahaan kami menghadapi waktu yang sangat mengganggu dalam industri, dengan hasil yang baru-baru ini menunjukkan bahwa kita harus menilai kembali peran kami dalam melakukan pendekatan di industri ini," jelas Elop.
(ash/rns)