Bertempat di Intercontinental Hotel, detikINET berkesempatan berbincang dengan Mitchell Baker, Chairwoman Mozilla Foundation serta CEO Mozilla Corporation.
"Di Indonesia pangsa pasar browser kami mencapai sekitar 69 - 70 persen dan kebanyakan digunakan dalam bahasa Inggris. Namun kini Firefox memiliki opsi bahasa Indonesia," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya adakah strategi khusus untuk memperluas dan mempertahankan pangsa pasaranya ia menjelaskan. "Strategi kami dalam porsi besar adalah tetap melanjutkan fokus kepada komunitas lokal," paparnya.
Mozilla Fokus ke Komunitas Lokal
"Dalam Mozilla sebagian besar karyawannya merupakan partisipan dan juga sukarelawan. Ini semua karena kami merupakan perusahaan non-profit, dimana di dalamnya banyak orang mencurahkan energi dengan nyaman," imbuhnya.
Ia melanjutkan, kombinasi karyawan dan sukarelawan yang bekerja sama itu menghasilkan produk dengan kualitas bagus.
"Intinya kami bakal menghadirkan produk yang lebih baik, yang berfokus pada kustomisasi, cita rasa lokal dan yang tak kalah penting berfokus pada orang-orang yang mengembangkannya yang sebenarnya bukan karyawan resmi," jelasnya
Saat disinggung bahwa kompetitor mereka, Google Chrome lebih dulu menggaet pasar
lokal denganΒ theme artis lokal Indonesia, Mitchell pun menjawab. "Tentu saja kami akan lebih mengembangkan cita rasa lokal tersebut. Tapi mungkin tidak dengan cara yang sama," imbuhnya di akhir perbincangan.
(fw/rns)