Seperti dilansir SF Gate, Selasa (24/8/2010), kerugian akibat penipuan tersebut diprediksi telah mencapai lebih dari USD 100 dari setiap akun iTunes yang dibobol. Namun para konsumen sendiri baru melaporkan hal ini sejak awal 2009 lalu.
Seorang pengguna iTunes, Layne Harris mengatakan, akun iTunes miliknya disusupi oleh seseorang yang membuat dirinya harus membayar tagihan sebesar USD 700. "Saya menghubungi PayPal dan mereka mengatakan Apple sudah banyak mendapatkan serangan sejak Juli lalu. Mereka (Apple-red) nyaris tidak bisa menangani semua laporan ini," keluhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple sendiri telah mengkonfirmasi maraknya penipuan tersebut. Namun mereka mengklaim perusahaannya telah menghimbau agar para pemilik akun iTunes lebih berhati-hati dan mau bekerja sama dengan bank atau perusahaan kartu kredit bila menjadi korban penipuan.
"iTunes selalu berusaha mencegah penipuan tersebut dengan meningkatkan keamanan password semua pengguna kami," tulis pihak Apple dalam pernyataan resminya.
"Jika kartu kredit atau password iTunes dicuri dan digunakan dalam layanan iTunes, kami menyarankan agar segera menghubungi lembaga keuangan dan membatalkan segala transaksi yang tidak sah. Kami juga menganjurkan agar pengguna segera mengubah password akun iTunes," tutupnya.
(feb/ash)