"It's not the gun, it's man behind it. It's not the arrow, it's the Indian. Educate the man, educate well, then tools such as internet will create prosperity."
Kalimat bijak berbahasa Inggris ini disampaikan Hiro Whardana, seorang praktisi digital media, yang mengomentari permintaan pemerintah untuk memblokir konten berbau pornografi di internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, di era user generated content seperti sekarang ini, tak terbayangkan sumber daya yang harus dikeluarkan untuk memindai (screening) satu per satu bit demi bit konten di internet.
"Bagaimana cara menyensornya? Ini terlalu kompleks. Jangankan sensor gambar atau film, sensor kata-kata saja susah karena harus mengerti konteks kalimatnya. Kalaupun bisa, artinya ISP harus keluar cost yang akan berujung pada harga akses naik," ujarnya lebih lanjut.
Menurutnya, kalau harga akses internet naik, informasi makin sulit didapat dan berimbas pada penurunan pengetahuan masyarat.
"Masyarakat jadinya tidak akan pintar-pintar. Menurut saya, yang penting itu edukasi menggunakan internet sehat semenjak dini. Itu harus lebih fokus. Karena di era digital, kontrol benar-benar ada di tangan pengguna," tandas Hiro.
(rou/wsh)