Dalam pemberitahuan itu juga berisi tentang instansi terkait harus turut mendukung penghapusan konten, mengkritik dan mendidik para pengusaha yang kedapatan mempromosikan gamenya dengan iklan beradegan panas. Dikutip detikINET dari Asia One, Jumat (8/6/2010), kebijakan baru ini muncul setelah banyaknya serangkaian iklan yang menimbulkan kontroversi publik di negeri Tirai Bambu itu.
Skema pemasaran dengan konten kekerasan sendiri mencapai puncaknya ketika salah satu pengembang menyewa bintang video 'panas' untuk mempromosikan gamenya. Banyak pihak yang mengomentari fenomena itu sebagai suatu kecenderungan vulgar yang merugikan moral sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT