Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Kuala Lumpur
Untuk 4G, Intel Ingin Kuasai Wimax dan LTE
Laporan dari Kuala Lumpur

Untuk 4G, Intel Ingin Kuasai Wimax dan LTE


- detikInet

Kuala Lumpur - Raksasa chipset Intel ingin menguasai lini bisnis penyediaan infrastruktur jaringan generasi keempat (4G). Tak hanya berbasis teknologi Wimax, tapi juga teknologi LTE (Long Term Evolution) yang akan digunakan oleh penyedia layanan seluler.

"Wimax dan LTE serupa, Intel akan mendukung keduanya. Semakin banyak tersedia jaringan broadband, maka akan semakin baik untuk bisnis kami," kata Garth Collier Cancun, Managing Director Asia/Japan WiMAX Intel Corporation, dalam acara Intel South East Asia Media Workshop 2010, di Hotel Sunway, Malaysia, Selasa (29/6/2010).

Untuk Wimax, Intel mendukung standardisasi 802.16e. Sedangkan untuk LTE, standardisasi yang akan digunakan adalah 802.16m. "Untuk 16m standardisasinya akan hadir akhir 2010 ini," kata Cancun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun untuk mengurangi kesenjangan digital di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, Wimax dinilai harus lebih dulu diadopsi. Sebab, menurutnya akan terlalu lama jika harus menunggu LTE hadir. "LTE sendiri baru akan komersial paling cepat dua tahun lagi," ucap Cancun.

Intel dalam upayanya menguasai lini bisnis Wimax, telah memproduksi chipset dengan kode "Kilmer Peak". Chipset yang bisa Wifi dan Wimax ini akan ditanam langsung (embedded) di dalam perangkat bergerak seperti laptop, netbook, maupun smartphone.

"Chipset ini mendukung frekuensi WiFi dan Wimax global untuk pita frekuensi 2.3 GHz, 2.5 GHz, dan 3.5 GHz," kata Cancun. Dengan demikian, lanjut dia, chipset ini juga bisa digunakan untuk menangkap sinyal Wimax di Indonesia yang menggunakan frekuensi 2,3 GHz.

Cancun menyayangkan Indonesia yang memilih untuk menggunakan standardisasi Wimax 16.d karena menurutnya perangkat jaringan layanan itu hanya bisa digunakan di Indonesia saja.

"16d itu cuma "PC mentally" saja (maksudnya hanya digunakan dalam keadaan diam). Sementara dengan Wimax 16e dan 16m yang akan kami tawarkan, kami ingin menawarkan kemampuan sehebat PC yang bisa digunakan di mana saja dengan harga lebih murah," pungkas dia.

Menurut data Wimax Forum yang dipaparkan Intel, saat ini sudah ada 620 juta populasi penduduk yang telah terjangkau oleh layanan Wimax, salah satunya di negara Malaysia.

Hingga akhir 2010, jumlah penduduk dunia yang akan dijangkau oleh Wimax akan mencapai lebih dari 800 juta. Kemudian menjadi 1 miliar di akhir 2011. Sementara untuk jumlah pengguna Wimax, riset Infonetics yang dipaparkan Intel menyebutkan, jumlahnya akan mencapai 130 juta pelanggan di 2014.

(rou/ash)





Hide Ads