Yakni untuk melihat reaksi dari masyarakat yang menjadi followernya terkait kebijakan eksekusi mati yang diterapkan apakah juga layak untuk diumumkan di situs mikro blogging ini.
"Hari yang serius. Utah akan menggunakan kekuasaan terbesarnya untuk mengeksekusi mati seorang pembunuh. Meratapi para korbannya. Keadilan," tulis Mark dalam tweet di akunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
memberikan ampunan-Nya."
Siapakah Gardner? Gardner atau Ronnie Lee Gardner adalah pembunuh yang akan dihukum mati oleh regu tembak pengadilan. Ini adalah pelaksanaan pertama hukuman
mati di Utah, AS, tempat Mark bertugas. Gardner dijatuhi hukuman mati karena telah membunuh seorang pengacara pada tahun 1985, ketika mencoba melarikan diri dari pengadilan.
Memang sudah biasa situs media sosial seperti Twitter atau Facebook digunakan para pejabat untuk berkomunikasi lebih intim dengan masyarakat luas. "Saya
percaya informasi di masyarakat. Sama seperti ketika pemilu, saya menggunakan media sosial untuk berkomunikasi langsung pada masyarakat," tulis Mark masih di akun Twitternya.
Dikutip detikINET dari Cnet, Senin (21/6/2010), setelah mengumumkan eksekusi di Twitternya, Mark memperingatkan pada followernya mengenai apa yang akan selalu dipostingnya.
"Awas! akun Twitter ini penuh dengan informasi tentang kejahatan dan hukumannya. Kalau Anda tak tahan, sebaiknya keluar dari Twitter saya," pungkasnya.
(feb/ash)