Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jaksa Agung Umumkan Eksekusi Mati di Twitter

Jaksa Agung Umumkan Eksekusi Mati di Twitter


- detikInet

Jakarta - Twitter jadi media bagi seorang Jaksa Agung bernama Mark Shurtleff untuk mengumumkan eksekusi mati seorang pembunuh. Ia pun mengaku sengaja menuliskan tweet tersebut di hadapan 7.000 pengikut akun Twitternya. Untuk apa?

Yakni untuk melihat reaksi dari masyarakat yang menjadi followernya terkait kebijakan eksekusi mati yang diterapkan apakah juga layak untuk diumumkan di situs mikro blogging ini.

"Hari yang serius. Utah akan menggunakan kekuasaan terbesarnya untuk mengeksekusi mati seorang pembunuh. Meratapi para korbannya. Keadilan," tulis Mark dalam tweet di akunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa jam kemudian Mark menuliskan kembali di Twitternya, "Saya baru saja mengizinkan pejabat terkait untuk melakukan eksekusi Gardner. Semoga Tuhan
memberikan ampunan-Nya."

Siapakah Gardner? Gardner atau Ronnie Lee Gardner adalah pembunuh yang akan dihukum mati oleh regu tembak pengadilan. Ini adalah pelaksanaan pertama hukuman
mati di Utah, AS, tempat Mark bertugas. Gardner dijatuhi hukuman mati karena telah membunuh seorang pengacara pada tahun 1985, ketika mencoba melarikan diri dari pengadilan.

Memang sudah biasa situs media sosial seperti Twitter atau Facebook digunakan para pejabat untuk berkomunikasi lebih intim dengan masyarakat luas. "Saya
percaya informasi di masyarakat. Sama seperti ketika pemilu, saya menggunakan media sosial untuk berkomunikasi langsung pada masyarakat," tulis Mark masih di akun Twitternya.

Dikutip detikINET dari Cnet, Senin (21/6/2010), setelah mengumumkan eksekusi di Twitternya, Mark memperingatkan pada followernya mengenai apa yang akan selalu dipostingnya.

"Awas! akun Twitter ini penuh dengan informasi tentang kejahatan dan hukumannya. Kalau Anda tak tahan, sebaiknya keluar dari Twitter saya," pungkasnya.
(feb/ash)






Hide Ads