Dalam pernyataannya, raksasa software ini mengaku ingin tetap melanjutkan bisnis mereka di China. Berseberangan dengan Google, Microsoft memilih untuk menghargai dan mematuhi segala aturan yang dibuat oleh negeri tirai bambu tersebut.
"Kami menghargai perusahaan lain yang membuat keputusan berbeda berdasar pengalaman dan sudut pandang mereka," kata juru bicara Microsoft dalam keterangannya. "Kami telah berbisnis selama lebih dari 20 tahun di China, dan kami akan melanjutkan bisnis kami di sana."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti detikINET kutip dari Guardian, Sabtu (27/3/2010), Microsoft ternyata telah berulang kali bicara dengan pemerintah China tentang keuntungan dalam kebebasan berbicara -- meskipun pada akhirnya pihak Microsoft menambahkan bahwa "ikatan" di pasar global itu penting.
"Kami percaya semua perusahaan teknologi harus membuat komitmen publik untuk melindungi pengguna internet," ujar Microsoft.
Berdasarkan informasi yang beredar, keyakinan Microsoft untuk tetap bertahan kabarnya juga diikuti oleh perusahaan-perusahaan raksasa lain seperti Yahoo dan MySpace.
Β
(sha/rou)