Ancaman pembunuhan diduga terkait reformasi kesehatan yang diupayakan presiden berdarah Kenya itu yang memicu berbagai debat. Sistem baru mewajibkan tiap warga negara AS punya jaminan kesehatan.
Terdapat dua akun Twitter yang diketahui menebar pesan ancaman pada Obama. Dua akun itu segera ditutup dan pemiliknya sedang dicari oleh US Secret Service.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan berikutnya tidak kalah parah. Jika tinggal di ibu kota Amerika Serikat, pelaku menyatakan dia sungguh ingin menembak Obama.
"Jika aku tinggal di Washinton DC, aku akan langsung menembak dia," demikian tulisnya di Twitter, seperti dikutip detikINET dari HeraldSun, Selasa (23/3/2010).
Pihak US Secret Service menyatakan sedang menyelidiki kasus ini. "Kami menghormati kebebasan berpendapat, namun dalam kasus ini, kami memiliki hak untuk mencari tahu apa maksud tulisan itu," ucap mereka. (fyk/ash)