Lalu apakah dengan program menggiurkan ini perusahaan asal Kanada itu ingin memerangi peredaran handset BlackBerry yang tidak resmi? Sayang, juru bicara RIM yang diwakili oleh Gregory Wade, Managing Director Southeast Asia Research In Motion tak menjawabnya dengan tegas.
Ia hanya memberi komentar datar dengan mengatakan bahwa kampanye program tersebut merupakan reward bagi pengguna BlackBerry yang membeli produk mereka di distributor dan partner resmi RIM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peredaran BlackBerry di Indonesia memang bak cendawan di musim hujan. Lonjakan pengguna yang ditunjukkan oleh smartphone ini sungguh luar biasa dan sempat mencapai pertumbuhan hampir 500%.Β
Hanya saja, BlackBerry yang wara-wiri di Indonesia tak semuanya resmi alias banyak produk 'gelap' yang dijual secara bebas. Pihak RIM pun sempat terkaget-kaget melihat BlackBerry miliknya beredar bebas secara ritel di Mal Ambasador, Jakarta.
Saat itu, pihak RIM berpikir BlackBerry 'gelap' itu merupakan produk tiruan dari China. Namun setelah ditunjukkan secara langsung, baru mereka percaya kalau handset tidak resmi itu bisa digunakan. (ash/faw)