Tentara dari unit artileri tersebut, memposting update status Facebook bahwa kesatuannya akan melancarkan operasi pembersihan di beberapa wilayah.
"Pada hari Rabu kami akan membersihkan Qatanna dan hari berikutnya, atas kehendak Tuhan, kami akan pulang ke rumah," demikian isi postingan tersebut seperti detikINET kutip dari AFP, Kamis (4/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pimpinan divisi memutuskan membatalkan operasi terkait kemungkinan informasi telah sampai di pihak musuh sehingga membahayakan tentara IDF (Israel Defences Forces)," tukas tentara Israel.
Karena dinilai sembarangan memposting info sensitif di Facebook, tentara bersangkutan langsung dikenai sanksi berat. Ia dihukum penjara selama 10 hari dan dipindahkan dari kesatuan militernya. (fyk/faw)