Google mengakui mereka memang sedang mengalami penurunan tajam trafik e-mail di Iran. Namun raksasa mesin cari itu belum mengkonfirmasi apakah Gmail benar-benar akan dilarang beroperasi di sana secara permanen.
Sepertinya salah satu alasan rencana penutupan Gmail di Iran adalah karena seringnya layanan itu digunakan untuk mengorganisir protes pada pemerintah. Bahkan baru-baru ini, otoritas diduga kuat memperlambat internet demi mengantisipasi sebuah aksi demo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi persoalan ini, Departemen Luar Negeri AS juga belum dapat memastikan apakah Gmail bakal dilarang di Iran. Namun mereka menyatakan setiap usaha untuk menghalangi akses informasi bakal gagal.
"Pemerintah Iran sepertinya menolak penduduknya mengakses informasi, mengekpresikan diri secara bebas dan berbagi ide. Namun tembok virtual seperti itu tidak akan bekerja di abad 21 ini," ucap juru bicara Departemen Luar Negeri, P.J Crowley. (fyk/faw)