Studi ini menguak bahwa bukan ponsel lah yang mengakibatkan kecelakaan terjadi, namun sejumlah bentuk gangguan lain yang membuat sopir 'menubrukkan' kendaraannya.
The Highway Loss Data Institute, organisasi nirlaba yang didanai oleh industri asuransi mobil, telah membandingkan keluhan kecelakaan setiap bulannya di 4 negara bagian yang menganut pelarangan itu, sebelum dan sesudah pelarangan dirilis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah gangguan lain yang menyebabkan kecelakaan itu sering terjadi. Gangguan yang dimaksud di sini semisal menyalakan radio, memutar iPod, memprogram sistem GPS, makan di kendaraan, serta segala aktivitas lain yang bisa mengalihkan konsentrasi pengemudi.
"Fokus pada ponsel tidak seperti fokus pada aktivitas penganggu yang lain. Gangguan selalu menjadi penyebab kecelakaan, dan ponsel tidak 'berpartisipasi' dalam hal itu," ujar Russ Rader, juru bicara institusi yang mensponsori studi itu.
Rader menambahkan, meskipun lebih dari 89% populasi di AS telah memiliki ponsel, namun tidak ada peningkatan secara nasional tentang angka kecelakaan di negara Paman Sam tersebut, demikian seperti dikutip detikINET dari Cnet, Senin (1/2/2010).
(sha/ash)