Aplikasi itu lolos seleksi Apple dan telah dijual di App Store. Fiturnya cukup kaya, misalnya pilihan kuas yang beragam dan hasil gambar dapat dikirim via email.
Dibanderol seharga US$ 0,99 (sekitar Rp 9000), Cameron berniat menyumbang sebagian keuntungan dari penjualan aplikasi itu pada rumah sakit anak di Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayah Cameron menyatakan bahwa selama menderita sakit, anaknya giat berlatih pemrograman. Latihannya tidak sia-sia karena terbukti, ia dapat membuat aplikasi
untuk gadget bergengsi, iPhone dan iPod Touch.
"Penjualan aplikasi Cameron sejauh ini cukup baik, namun dia berharap bisa meningkat sehingga dapat menyumbang lebih banyak donasi untuk rumah sakit," ujar sang ayah, yang dilansir Softpedia dan dikutip detikINET, Jumat (22/1/2010).
Cameron bukanlah anak cerdas pertama yang membuat aplikasi untuk iPhone. Sebelumnya, seorang anak asal Singapura bernama Lim Ding Wen juga bikin kagum karena melakukan hal yang sama. (fyk/rou)