Kejadian ini memberi tamparan keras untuk kedua kalinya bagi pihak otoritas universitas. Tamparan pertama terjadi ketika akhir tahun lalu, sejumlah mahasiswa membentuk grup Facebook bertajuk 'pro pemerkosaan'. Tentu hal ini sungguh memalukan pengurus universitas.
Kini, pihak Sydney University kembali kecolongan. Para mahasiswanya melakukan tindakan mesum dengan memanfaatkan jaringan yang berjalan via intranet kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang juru bicara universitas mengatakan bahwa jaringan 'terlarang' tersebut tidak di-hosting di jaringan universitas, tapi di komputer salah seorang mahasiswa, yang kini telah dimatikan. (faw/fyk)