Korban yang bernama Kari Baker, memang sempat diduga tewas lantaran bunuh diri. Di tempat tidurnya, yang juga menjadi tempat kejadian perkara, ditemukan botol obat tidur dan 'surat wasiat'.
Dugaan awal ini kemudian ditegaskan oleh sang suami -- Matt Baker -- yang mengatakan bahwa isterinya memang mengalami depresi sehingga nekat memutuskan untuk menghabisi hidupnya.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang ahli forensik komputer bernama Neal Kersh mengatakan bahwa sang suami sebelum kejadian terbunuhnya korban diketahui berkali-kali mengunjungi situs farmasi dan mencari beragam informasi di internet soal dampak buruk dari kecanduan dan overdosis obat tidur.Β Β
Hal ini diketahui setelah pakar forensik TI tersebut mengobok-ngobok komputer jinjing Matt Baker untuk coba menelusuri kejadian sebenarnya. Jelas saja, perilaku sang suami ini mencurigakan.
Kecurigaan polisi lantas ditegaskan oleh pernyataan Mark E. Henry, CEO sebuah situs penjualan obat-obatan yang mengatakan bahwa Matt Baker tercatat telah memesan sebotol obat tidur yang berisi 50 pil.
(ash/faw)