"Robot ini memang bisa menjadi wanita yang diimpikan pria, dia tidak akan menolak semua harapan Anda. Ia bisa menjadi semacam pelacur," tukas pakar psikologi dari India, Dr Harish Shetty yang mengungkap keuntungan memiliki sang robot.
Namun di sisi lain, keberadaan Roxxxy dinilai tidak bisa sepenuhnya menggantikan posisi manusia. Sebab, sebuah mesin dianggap tak dapat menawarkan sebuah hubungan yang intim. Terlebih lagi, tidak ada yang mampu menggantikan sentuhan manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Robot ini merefleksikan hasrat fantasi dan eksperimen manusia. Semua orang berfantasi hidup dengan seseorang yang bisa dikontrol penuh dan tak dapat menuntut," tambah Dr Shetty, seperti detikINET kutip dari Mumbaimirror, Selasa (12/1/2010).
Akan tetapi Dr Shetty khawatir pembuatan Roxxxy adalah tanda manusia semakin tak sabaran dan merasa tidak aman. Sebab, hubungan emosional antar manusia memerlukan waktu, energi dan komitmen, berbeda halnya dengan robot yang bisa dimanipulasi. (fyk/faw)