Dalam tweet pertamanya, Hatoyama menyampaikan ucapan selamat tahun baru. Sang PM juga menekankan bahwa tweet tersebut ditulisnya sendiri.
"Targetku adalah mengirim satu tweet setiap hari untuk saat ini, hingga aku mulai terbiasa menggunakannya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui blognya, Hatoyama meminta maaf atas skandal keuangan yang melibatkan mantan pembantu dekatnya, Keiji Katsuba.
"Saya mendatangkan banyak kesulitan bagi banyak orang di tahun lalu. Mendengarkan suara rakyat, saya ingin mengemban tugas sebaik-baiknya," tulisnya dalam blog.
Di Jepang, aktivitas politik di dunia maya masih terbilang minim karena adanya larangan kampanye dengan internet menjelang pemilihan umum.
Namun, saat ini sejumlah politikus muda mulai meluncurkan blog dan menggunakan Twitter. Menteri Komunikasi Kazuhiro Haraguchi menyampaikan bahwa kemungkinan pemerintah akan mencabut larangan tersebut. (faw/fyk)