"Semakin banyak warnet, semakin banyak akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu bisnis ini harus sehat dan aman," tambah Irwin.
Selain semakin mudahnya melakukan koneksi internet baik dengan ADSL, wireless maupun 3G, warnet di kota besar sebagian besar sudah berubah fungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pada layanan khusus seperti, game online, cafe, printing dan lain sebagainya,"
ujar Ketua Umum Asosiasi Warung Internet (AWARI), Irwin Day, kepada wartawan
dalam jumpa pers di Restoran Kuningan di Jalan Kalimantan, Rabu (16/12/2009).
Prospek bisnis warnet, kata Irwin, masih sangat kompetitif dan prospektif. Berdasarkan data yang dikeluarkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, jumlah pengakses Internet di Indonesia mencapai angka 25 juta dan separuhnya mengakses bukan dari PC rumah melainkan dari warnet. Di Surabaya sendiri, berdasarkan data dari survey yang dilakukan Telkom, menyebutkan jika 85 persen pelajar SMP dan SMA mengakses internet dari warnet.
Legalisasi atau penggunaan software asli yang adalah hal yang utama. Secara perlahan namun pasti, warnet anggota AWARI sebagian besar sudah mulai menggunakan software asli. Program legalisasi yang digagas AWARI bekerjasama dengan Microsoft tersebut diberi nama i-cafe.
"Jangan sampai sebuah warnet hanya dikenal karena banyak situs porno di dalamnya sehingga akhirnya disegel polisi," tandas Irwin.
(iwd/fw)