Halaman yang dibuat di situs jejaring versi bahasa Arab ini dihuni oleh belasan ribu pemrotes dari Arab Saudi. Mereka semua terjun ke Facebok setelah 103 orang meninggal akibat banjir yang terjadi di musim Haji itu.
Aksi protes via Facebook ini ditujukan pada pemerintah Saudi yang dinilai menjadi pihak yang bersalah atas jatuhnya korban tersebut. Facebook dipilih karena jalur protes dilarang di negara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah dinilai bersalah karena tidak membenahi konstruksi pengairan. Sejumlah orang bahkan menuduh pihak penguasa korupsi atas dana yang seharusnya dipakai untuk perbaikan itu.
Dilansir detikINET dari ArabNews, Senin (30/11/2009), sebanyak 200 foto dan video-video telah di-publish oleh grup pemrotes yang dibentuk pada hari Kamis waktu setempat. Banyak dari mereka yang meminta beberapa pejabat untuk dipecat.
"Orang-orang ingin mengekspresikan perasaan mereka tentang hal ini," ujar Riyadh Al-Zahrani, supervisor kampanye protes tersebut. Ia juga menambahkan bahwa grup ini diciptakan untuk menyatukan masyarakat dan mengorganisasi volunteer untuk menggarisbawahi betapa serisunya situasi yang terjadi.
Banjir maut yang terjadi di tengah musim haji memang memprihatinkan karena bertepatan dengan jutaan umat Muslim dari seluruh dunia melintasi kota Jeddah untuk menuju Mekah dan Madinah.
(sha/ash)