Dalam sambutannya, Ketua Asosiasi Open Source Indonesia Betty Alisjahbana berharap acara ini dapat mempererat hubungan serta memajukan negara-negara pengguna Open Source.
"Tak hanya untuk kalangan pemerintah, tapi juga akademisi, komunitas dan pengguna Open Source," tukasnya dalam acara yang digelar di Hotel Shangrila Jakarta, Senin (26/10/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Menkominfo Tifatul Sembiring didapuk untuk membuka acara yang digelar selama dua hari dalam bentuk konferensi, pameran serta worskshop seputar aplikasi bersistem terbuka itu.
"Open Source telah semakin berkembang di dunia, dan keberadannya mampu melawan tingkat pembajakan software," tukasnya.
Selain itu, menurut mantan Presiden PKS ini, Open Source juga mampu berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara berkembang. Hal itu dapat dilihat dari bermunculannya pengembang software lokal (ISV) yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Hanya saja, untuk acara berlevel 'dunia' acara ini bisa dibilang kurang banyak menghadirkan peserta dari luar. Sebab, menurut panitia hanya ada sekitar 10-15 negara asing yang ikut serta.
"Seperti Brasil, Malaysia, Filipina, India, Jerman, Austria, serta Singapura," tukas Kemal Prihatman, Assistant Deputy IT Development Kementerian Negara Ristek. (ash/faw)