Ditemui di Gedung Markas Dakwah Partai Keadilan Sejahtera, TB Simatupang Jakarta Selatan, lulusan Fakultas MIPA ini berujar bahwa dirinya diberi tahu Presiden SBY akan terlibat di kementerian. Namun soal kementerian apa yang bakal didapatnya dia juga masih belum pasti.
"Karena yang dibicarakan masih secara garis besar, tidak spesifik. Presiden SBY saja belum menyampaikan program 100 hari. Dari situ para pembantunya (menteri-red.) diberi tugas," ujarnya kepada beberapa wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gelar S1 Suharna diraih dari Fakultas MIPA Universitas Indonesia, sedangkan S2 dari Program Magister Instrumentasi dan Kontrol Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung.
Selain itu, bapak 10 orang anak ini juga sempat malang melintang selama 20 tahun di dunia pendidikan serta 18 tahun berkecimpung sebagai PNS. "Makanya saya tahu PNS itu bagaimana, mereka perlu diapresiasi," tukasnya.
Sebelumnya disebutkan, pria yang masih menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS ini telah diajak bicara soal ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) oleh Presiden SBY ketika diundang ke Cikeas. Alhasil, prediksi pun menyeruak dan menyebutkan bahwa Suharna bakal menempati kursi Menristek.Β
(ash/ash)