Demikian penilaian Alex Budiyanto, Community Development Officer PT Sun Microsystem Indonesia kepada detikINET usai Seminar dan Workshop Shining Sun di auditorium gedung JICA lantai II, Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Bandung.
"Siapa yang peduli dengan Open Source? Tidak semuanya peduli kok. End user atau masyarakat banyak yang tidak peduli. Padahal saat ini harusnya yang lebih peduli adalah orang-orang IT. Para pengembang software yang harus peduli," tegasnya, Minggu (11/10/2009) petang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin mudah dipakai maka semakin besar keinginan masyarakat untuk menggunakan Open Source," ungkapnya.
Disinggung bagaimana mempopulerkan Open Source di lingkungan pendidikan, Alex mengaku sudah seharusnya aspek legalitas lebih dihargai. "Sekarang saatnya kita lebih menghargai HaKI," tukasnya.
Pendapat senada juga disampaikan oleh Rachmat Gunawan, Ahli Muda IT dan Konten, Divisi Sales Engineering PT INTI. Menurutnya, komitmen pemerintah dalam masalah Open Source juga sangat berpengaruh dalam perkembangan aplikasi ini di Indonesia.
"Komitmen pemerintah terhadap Open Source juga harus diperhatikan. Contohnya di Jerman dan Brasil. Microsoft Windows tidak laku di Jerman. Jadi seefektif apa pelaksanaan Open Source di kita, itu tergantung dari banyaknya yang menghargai HaKI," katanya di tempat yang sama.
(afz/ash)