Mereka dengan 'beraninya' menawarkan pornografi sebagai salah satu bentuk pelayanan yang ditawarkan pada warga melalui situs resminya. Namun ternyata, hal ini terjadi secara tidak disengaja.
"Itu adalah sebuah kesalahan," tukas juru bicara kota Gelsenkirchen, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (17/9/2009). "Tidak pernah ada niat kota ini menawarkan pornografi sebagai sebuah bentuk pelayanan," ia menambahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah kota yang cepat menyadari kejadian ini segera menghapus kata berbau mesum itu dari daftar pencarian. Warga Gelsenkirchen pun bisa memaklumi latar belakang nongolnya layanan nyleneh di situs tersebut.
(fyk/wsh)