"Baru tiga bulan diluncurkan website kita overload karena kecil kapasitasnya," keluh Jaksa Agung dalam rapat kerja antara Komisi III DPR dengan Kejagung di
Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2009).
Oleh karena itu, Jaksa Agung berharap ada tambahan dana operasionel website ini. "Kita perlu dukungan dana untuk website kejaksaan supaya masyarakat bisa
mengakses," pinta Jaksa Agung didepan puluhan anggota DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejaksaan Tinggi sudah mulai berpartisipasi.
"Sekarang ini pilot proyeknya Kejagung, Kejati DKI, Kejati Jaksel, Kejati Banten, dan Kejati Tangerang," beber Jaksa Agung.
Jaksa Agung mengaku proyeknya cukup berhasil, karena website inilah masyarakat dapat memonitor kerja Jaksa. Namun demikian tanpa dana tambahan proyek
sosialisasi Kejagung ini bisa sia-sia.
"Dengan adanya quick wins kita itu keteteran pak, harus cepat karena sudah ada ketentuannya penyidikan kapan jadwalnya," kata Jaksa Agung bersemangat.
"Kalau supaya publik ingin tahu kan butuh biaya juga, bagaimana kalau Kejaksaan tidak punya dana kedepan," lanjutnya.
Quick wins dirancang Jaksa Agung untuk mengungkapkan kepada public mengenai keseluruhan kegiatan dalam Kejagung secara keseluruhan. Program ini diluncurkan
pada tanggal 27 Mei 2009 dengan misi menambah keterbukaan kepada masyarakat dan mengontrol kinerja Kejagung.
(van/ash)