Iklan-iklan seks berikut nomor telepon memang bertebaran di berbagai tempat di negeri ratu Elizabeth itu. Rupanya, para geng kriminal mengeruk keuntungan dengan menjebak para wanita dari mancanegara agar datang ke Inggris, namun ujung-ujungnya dijadikan budak seks.
"Walikota ingin adanya kesepakatan antara operator mobile dengan polisi agar nomor-nomor itu diblokir secepatnya, untuk memotong sumber pendapatan utama dari para geng tersebut," ungkap Kit Malhouse, pejabat di kantor walikota London.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tahun 2012, kami ingin kota kami jadi teladan dunia. Tapi kami memerlukan komitmen dari operator mobile untuk melawan pelecehan wanita. Kami ingin perusahaan seperti Vodafone, Orange, O2, Virgin, T-Mobile mempersulit para pelaku dengan memblokir nomor bisnis mereka," pungkas Malhouse.
(fyk/faw)