Tak ayal, banyak pengunjung yang diusir keluar oleh staf perpustakaan karena hal-hal tersebut. Tentu saja ini menimbulkan kejengkelan bagi mereka yang benar-benar memiliki tujuan positif datang ke perpustakaan. Mereka pun mengajukan protes dan meminta pihak perpustakaan lebih tegas dalam menyikapi aksi mesum ini dengan memasang software penyaring. Namun, pihak terkait masih bergeming.
Gerah dengan hal ini, ribuan orang di Australia menandatangani petisi untuk mendesak pengadaan software penyaring konten porno di komputer perpustakaan umum.
Petisi yang didukung 3222 tanda tangan itu dipresentasikan oleh Dr Paul Sheldon di depan Sunshine Coast Regional Council, Queensland.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk hasil survey tahun 2008 yang dilakukan oleh Australian Library and Information Association, sebenarnya perpustakaan di Australia sudah membenamkan software penyaring konten porno ini pada komputer mereka, namun tidak semua melakukannya. Hanya sekitarΒ 35% perpustakaan yang peduli akan pentingnya pemasangan software penyaring tersebut. (faw/faw)