Jaringan Twitter dalam menyebarkan informasi dan berita-berita penting memang coba untuk dimanfaatkan oleh pemerintah negara Ratu Elizabeth itu. Hal tersebut dibuktikan dengan usaha mereka untuk mengenalkan Twitter pada semua anggota parlemen dan pegawai negeri sipil di Inggris, serta mendorong mereka untuk memaksimalkannya.
Tak tanggung-tanggung, pengenalan Twitter ini dikemas pemerintah dalam bentuk dokumen yang terdiri dari 20 halaman dan diposting di situs resmi kantor kabinet (Cabinet Office). Apa isi dokumen-dokumen tersebut?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam dokumen tersebut para anggota parlemen juga bisa menyimak cara-cara pemaksimalan penyebaran informasi yang terkait dengan negara melalui layanan tweet yang ditawarkan, berapa kali mereka seharusnya mengirimkan tweet per harinya dan apa-apa saja yang harus ditulis.
"Dengan makin banyaknya warga yang memakai internet dan sebagai bagian dari pendekatan komunikasi, pemerintah mengembangkan kemampuannya menggunakan channel digital secara efektif, seperti Twitter," demikan ujar Neil Williams dari Departemen Bisnis dan Inovasi, dikutip detikINET dari Techradar, Rabu (29/7/2009).Β
Perlukah Presiden RI memanfaatkan Twitter? Sampaikan dalam Pro Kontra di detikINETΒ Β (sha/ash)