Salah satu operator telekomunikasi setempat, Asiacell misalnya, baru saja memutuskan sambungan sekitar 500 ribu SIM Card yang tidak teregistrasi. Langkah tegas tersebut dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah yang dibentuk pasca jatuhnya rezim Saddam Hussein itu.
Pemerintah Irak memang tak mau mengambil risiko dengan beredarnya sejumlah SIM Card tanpa tuan ini. Pasalnya dikhawatirkan, dari hal yang mungkin dianggap sebagian orang sepele itulah dapat memicu gangguan atau bahkan masalah yang mendera penduduknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diar Ahmed, CEO Asiacell berharap, para pelanggan mereka dapat mengambil hikmah dari aksi 'tangan besi' yang dilakukan perusahaannya tersebut. Sebab, menurutnya, hal itu demi kebaikan mereka bersama.
"Kami berterima kasih kepada para penduduk yang telah mendukung kami dalam menjalankan misi ini. Dan kami akan terus menjaga pelayanan dan kualitas sektor telekomunikasi di Irak demi menciptakan pertumbuhan ekonomi dan membantu dalam membangun Irak yang baru," tandasnya. (ash/fyk)