"Setiap produk baru dites untuk memastikan bahwa kualitasnya tinggi," kata Manager For Test Center Nokia China, Kennet Hans, sebelum rombongan 'Nokia China
Kampus Visit' diajak masuk ke dalam Test Center tersebut.
Menurutnya, Test Center Nokia China mempunyai standar yang sama dengan pabrik vendor tersebut di negara lain seperti Finlandia dan Inggris. Uji coba ponsel
dikerjakan oleh tenaga-tenaga spesialis yang masih tergolong muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, Kennet mempersilakan rombongan yang terdiri dari 31 wartawan se-Asia Tenggara termasuk detikINET untuk masuk ke dalam ruangan. Namun, dia
mengingatkan agar tidak menyentuh peralatan yang ada dan mematikan dering ponsel.
Bagian pertama yang ditunjukkan adalah tempat mengetes kekuatan ponsel. Sampai seberapa jauh, misalnya, ponsel baru itu tahan banting. Di situ, ponsel sengaja dijatuhkan berulang kali dengan sebuah alat yang dibungkus kaca. Ada lagi twisting. Melalui alat ini, ponsel dites dengan gaya mirip dipelintir menggunakan kedua tangan.
Bagian berikutnya adalah pengetesan getar ponsel menggunakan mesin bernama vibrater. Mesin ini berbentuk bulat dan bergetar amat kuat. Sementara di atasnya
terdapat kotak kaca berisi 3 ponsel yang 'melompat-lompat' akibat getaran tersebut.
Lantas, guide Nokia yang bernama Daky mengajak rombongan ke ruangan tempat mengetes keypad, layar sentuh (touchscreen), dan flip ponsel lipat Nokia. Semua mesin bekerja otomatis dan ponsel yang sedang diuji coba tidak dilepas sekalipun.
Kunjungan berlanjut ke X-ray Machine dan 3D X-ray Machine. Mesin ini digunakan untuk memantau chip dan struktur mekanik ponsel Nokia. Melalui layar komputer, berbagai komponen ponsel tampak dan bisa diamati secara detail.
Ponsel Nokia dibuat tahan terhadap kondisi apapun. Untuk itu, ponsel-ponsel tersebut dimasukkan ke dalam mesin mirip oven besar bertemperatur 36 derajat
celcius. Ada pula tes penguji pengaruh kombinasi cahaya dengan embun terhadap ponsel Nokia.
"Ini tidak boleh dibuka. Kalau dibuka nanti warna materialnya berubah," kata Yang.
Untuk mengetes sinyal ponsel, Nokia menggunakan alat 3 Meter Anechoic Chamber. Di dalam ruangan tersebut ada antena pemancar sinyal yang diarahkan ke ponsel.
Kennet mengatakan, ada 3 sampai 5 seri ponsel baru dalam sekali tes. Tes tersebut juga berguna untuk mengetahui kegagalan-kegagalan dan masalah dari
produk yang akan dipasarkan.
Mengenai berapa lama waktu untuk mengetes produk, Kennet mengatakan tidak pasti. "Saya tidak menyukai pertanyaan itu sebab sukar sekali menjawabnya. Bisa dalam waktu 14 hari sampai ribuan jam," pungkasnya sambil tersenyum. (irw/ash)