Pertentangan dan adu argumen tak ayal terjadi. Media internet, sebagai media yang borderless atau tanpa batas, menjadi ajang 'perang' bagi mereka yang pro dan kontra dengan 'great judgement' tersebut.
Komentar-komentar membanjiri blog-blog dan website-website setelah Delhi High Court resmi melegalkan gay. Adu argumen pun terjadi. Mereka saling serang di ranah maya, mengungkapkan dukungan, penolakan, sindiran, ataupun pendapat pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan di satu sisi seseorang memposting,"Kebudayaan kita tidak pernah menerima aktivitas sejenis ini." Penentang yang lain mengatakan,"Kenapa tidak sekalian mengesahkan poligami dan poliandri ? Masukkan juga perzinahan."
Dikutip detikINET dari IndianExpress, Jumat (3/7/2009), di dalam perdebatan ini, para pendukung hak gay menyerang lebih kuat daripada argumen yang menyebutkan bahwa ini akan menodai kebudayaan India. (sha/faw)