Anleu bukan memberitakan aktivitas kesehariannya saja. Lebih serius lagi, ia membongkar sebuah kasus yang sensitif, yaitu mengenai korupsi yang terjadi di negaranya.
Anleu rupanya gerah melihat korupsi yang terjadi di bank pengembangan pedesaan di Guatemala. Ia pun menuliskan tweet sepanjang 96 karakter yang intinya mendorong para depositor untuk menarik uang mereka dari bank yang mempunyai manajemen 'kotor' tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya, hal ini mengundang simpati dari para penghuni dunia maya. Kasus penahanannya ini sempat menyebar di Twitter. Mereka yang bersimpati berhasil menggalang dana senilai separuh dari denda yang dikenakan pada Anleu dan mengirimkannya melalui PayPal dari 19 negara yang berbeda.
Angka follower Anleu juga langsung melonjak tinggi. Dikutip detikINET dari USAToday, Senin (29/6/2009), dari yang awalnya hanya memiliki 175 pengikut, kini Anleu telah merangkul sebanyak 1.600 follower.
Jika benar keputusan pengadilan yang akan dikeluarkan bulan depan ini menyeret Anleu ke penjara, ia akan menjadi orang pertama yang dijebloskan ke penjara gara-gara Twitter. (sha/faw)