Program yang diiklankan Johansen dirilis oleh perusahaan software bernama DoubleTwist miliknya. Program self-titled tersebut memberikan iming-iming bagi para pecinta musik yang ingin menikmati lagu-lagu di iTunes, namun tidak memiliki produk Apple.
Dengan software doubleTwist, para pengguna mampu mengkonvert audio yang menggunakan
pelindung, lazim disebut DRM (Digital Right Management) kemudian mentransfernya ke
dalam komputer atau perangkat lainnya, termasuk Sony PSP, Nokia seri N dan smartphone berbasis Windows Mobile.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak main-main, Johansen menempatkan billboard 'alternatif iTunes' ini di dekat salah satu toko Apple di San Fransisco, tepatnya di sisi pintu keluar. Ia sengaja menempatkannya di sana bertepatan dengan gelaran milik Apple Worldwide Developer's Conference (WWDC) minggu lalu.
Dikutip detikINET dari News.com, Senin (15/6/2009), billboard tersebut sempat disingkirkan oleh Bay Area Rapid Transport (BART), pemilik area billboard.
Diklaim Johansen, hal itu dikarenakan warnanya yang terlalu gelap. Namun bisa jadi penyingkiran ini dikarenakan pihak Apple yang telah lama menjadi pengiklan terbesar BART.
(sha/faw)