Senin, 25 Mei 2009 17:21 WIB

Batik Fraktal, 'Perkawinan' Seni dan Teknologi

- detikInet
Jakarta - Batik adalah budaya asli Indonesia yang memiliki nilai seni yang sangat tinggi. Lalu apa jadinya jika seni yang sudah berusia ratusan tahun tersebut 'dikawinkan' dengan teknologi terkini?
 
Ternyata setiap guratan yang digariskan dalam motif batik memiliki pola tersendiri. Dengan sentuhan tenologi, pola batik tradisional tersebut dapat dimodelkan dalam rumus matematika yaitu Fraktal. Oleh karena itu, terciptalah sebuah teknologi bernama Batik Fraktal.
 
Batik Fraktal pertama kali diperkenalkan bulan Februari 2009 dan kini teknologi yang berasal dari Bandung tersebut telah lebih dikembangkan dan telah memasuki versi 2.0.
 
Walaupun ada anggapan bahwa hal tersebut dapat menghilangkan kebudayaan namun pada dasarnya Batik Fraktal lebih ditujukan untuk membuat varian batik yang lebih beragam.
 
"Batik Fraktal akan mengembangkan pola batik menjadi lebih beragam secara lebih cepat tanpa, menghilangkan pola asli dari batik itu sendiri" ujar Heriyanto Salim, Technical Consultant Business Inovation Center, kepada detikINET, di Coca Suki Restourant, Jakarta, Senin (25/5/2009).


(eno/faw)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed