Dikutip detikINET dari Press Association, Jumat (8/5/2009), data paling sensitif adalah prosedur peluncuran sistem pertahanan rudal AS. Hardisk ini mengungkap detail uji coba program militer THAAD (Terminal High Altitude Area Defence), sistem pertahanan untuk menembak hancur misil musuh.
Tak hanya itu, juga terdapat beberapa informasi pribadi mengenai para pekerja dari perusahaan teknologi Lockheed Martin yang membesut proyek itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cukup mengejutkan memang karena banyak sekali data krusial ditemukan seperti detail akun bank, rekaman medis, data bisnis rahasia sampai catatan keuangan perusahaan. Ratusan hardisk ini berasal dari Inggris, AS, Jerman, Perancis dan Australia.
Para peneliti itu pun mengambil kesimpulan bahwa fenomena kecerobohan ini bisa membahayakan para pemilik data-data yang bocor di hardisk itu. (fyk/ash)