Hal inilah yang coba dilakukan pemerintah Inggris lewat strategi barunya. Yakni dengan menggandeng Google dan sejumlah situs lainnya.
Ihwal terseretnya Google dalam membantu pemerintah Inggris ini bermula dari gagasan sebuah kantor keamanan di Negeri Ratu Elizabeth itu, Office for Security & Counter Terrorism.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, selanjutnya, situs-situs ini yang akan dipajang pada pencarian Google. Setiap pengguna internet yang memasukkan kata yang sedikit mengarah pada teroris, semisal 'jihad', dijamin akan dijauhi dari corong Al Qaeda dan pengikutnya.
Meski begitu, kekhawatiran dari lahirnya strategi ini, muncul dari sebuah studi yang dilakukan International Center for the Study of Radicalization & Political Violence (ICSR).
Dikutip detikINET dari FoxNews, Selasa (14/4/2009), dikhawatirkan hal ini malah akan memicu para pengguna internet yang penasaran untuk menggunakan mesin pencari lain guna menemukan konten-konten yang telah diblokir. (ash/ash)