Dijelaskan M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), pada awalnya ID-SIRTII, Dewan TIK Nasional (DeTIKNas) dan Depkominfo telah menyarankan kepada KPU untuk menggunakan situs yang statis.
"Karena relatif lebih aman lantaran tak mengambil data langsung dari server, jadi tak ada proses query yang dibebankan ke server. Itu sudah diwanti-wanti," tukas Didin, begitu ia disapa, ketika diwawancarai detikINET, Senin (13/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ujung-ujungnya, ketika terjadi lonjakan trafik server harus ditambah untuk menangani load dan menambah kapasitas. Kedua, adalah soal jaringan, mencukupi atau tidak," tukasnya.
Kehkawatiran itu pun terbukti manjur. KPU sampai harus meminjam 5 server tambahan dari Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mempercepat akses situs real count-nya. Hal ini disebabkan sering jebolnya situs tersebut akibat tidak mampu menerima banyaknya pengakses.
"Terus terang kita hanya punya 6 server. Untuk mempercepat akses, kita mendapat pinjaman 5 server tambahan dari BPPT," kata Ketua Pokja IT KPU, Sri Nuryanti, dalam konferensi pers yang digelar KPU di Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009, di Hotel Borobudur kemarin. (ash/faw)