Salah satu pihak yang mengutarakan rasa keprihatinannya tersebut adalah M. Salahuddien, Wakil Ketua Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII).
"ID-SIRTII sangat prihatin dengan persiapan TI KPU. Apalagi hari pemilihan tinggal menghitung hari," ujarnya yang dikutip detikINET, Selasa (31/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ID-SIRTII sendiri, dikatakan Didin -- begitu ia disapa -- sudah membangun komunikasi dengan KPU sejak tahun lalu. KPU ingin mendapat masukan dan komentar ID-SIRTII soal keamanan sistem TI yang akan mereka buat.
"Secara prosedur, ID-SIRTII tetap memantau KPU. Tapi itu kan hanya sebagian kecil saja, sementara sebagian besarnya itu kan harus dilakukan oleh KPU sendiri," tukasnya.
Secara pribadi, melihat keadaan yang ada sekarang, Didin pun tak berharap terlalu tinggi dengan sistem TI KPU nantinya. "Kalau sekadar jalan mungkin bisa, tapi kalau dengan harapan tinggi rasanya itu sulit. Soalnya, keruwetan bukan hanya dari sisi KPU tapi dari prosedur dan anggaran juga," pungkasnya.
(ash/wsh)