Untuk mencari 'jalan tikus' ini, user memang butuh sedikit keahlian tambahan. Namun dengan sedikit belajar dari teman sekantor yang sudah mahir, sepertinya pemblokiran tersebut tak ubahnya tinggal sekadar aturan di atas kertas yang sulit diterapkan.
Hal ini pun diakui oleh pembaca detikINET bernama Christian Prasetya. Menurutnya, pemblokiran sebuah situs biasanya memang mengalami dampak dan reaksi bermacam-macam. Salah satunya, banyak user yang mulai pandai mencari anonymous proxy untuk menembus firewall perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun biasanya, lanjut Christian, sebelum dilakukan tindakan blokir, pihaknya terlebih dulu melakukan pendekatan personal secara langsung. "Karena policy perusahaan sendiri sudah cukup ketat soal masalah produktifitas," imbuhnya.
Selain itu, yang perlu diingat adalah internet sebagai gudangnya informasi juga banyak menyajikan cara-cara untuk mengakali pemblokiran ini. Tinggal tergantung user untuk rajin-rajin browsing.
Kekhawatiran para perusahaan terhadap suatu situs karena ditakutkan bakal terlalu banyak menyita waktu karyawannya bukan kali ini saja terjadi.
Dulu, ketika Friendster booming, tak sedikit pula perusahaan yang melakukan boikot terhadap situs tersebut. Namun bagaimana hasilnya? tetap saja ada karyawan yang tetap bisa mengakses Friendster meski harus melalui beberapa jalan terlebih dahulu.
(ash/fyk)